Kajian Sunnah Karanganyar : Membentengi Umat dari Faham Terorisme

Posted by Abu Mumtazah Senin, 11 Maret 2013 0 komentar

Bisimillah..
Info Kajian Sunnah Karanganyar
Dengan mengharap Ridho Allah subhanahu wa ta’ala semata, hadirilah kajian sunnah Karanganyar dengan tema Membentengi Umat dari Faham Terorisme yang insyaa Allah akan di selenggarakan pada :

Waktu : 24 Maret 2013
Tempat: Masjid Agung Karanganyar (Barat Alun-Alun, Kota Karanganyar)
Pukul :08.00– 14.00 wib
Pemateri: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf

Kajian sunnah ini terbuka untuk umum, baik putra maupun putri. Mari hadiri majlis ilmu, yang insyaa Allah bermanfaat bagi kita dunia maupun akhirat. 

Sumber: Info Kajian

Baca Selengkapnya ....

Kajian Sunnah Depok : Dauroh 3 Hari Ustadz Dzulqornain

Posted by Abu Mumtazah 0 komentar

Bismillah..
Info Kajian Sunnah Depok
Dengan mengharap Ridha Allah Subhanahu wa ta'ala, hadirilah kajian sunnah DAUROH 3 HARI yang mebahas tuntas kitab "SYARHUS SUNNAH" Karya Al-Imam Ismail bin Yahya Al-Muzani (Murid Al Imam Syafi'i). Insyaa Allah kajian sunnah dauroh intensif 3 hari ini di laksanakan di :  

TEMPAT : Masjid Fatahillah (Jl. Fatahillah II No.33 Kel. Tanah Baru Kec. Beji Kota Depok)
PEMATERI : Ustadz Dzulqornain M. Sunusi

Jadwal Pelaksanaan kajian atau dauroh ini :

Jum’at, 15 maret 2013 :
Sesi 1 16.00 - 17.30 WIB (Ba'da Ashar)
Sesi 2 19.00 - 20.30 WIB (Ba'da Maghrib)

Sabtu , 16 Maret 2013
Sesi 3 05.30 - 07.00 WIB (Ba’da Subuh)
Sesi 4 09.00 - 11.00 WIB
Sesi 5 16.00 - 17.30 WIB (Ba'da Ashar)
Sesi 6 19.00 - 20.30 WIB (Ba'da Maghrib)

Ahad, 17 Maret 2013
Sesi 7 05.30 - 07.00 WIB (Ba’da Subuh)
Sesi 8 09.00 - 11.00 WIB
Sesi 9 16.00 - 17.30 WIB (Ba'da Ashar)
Sesi 10 19.00 - 20.30 WIB (Ba'da Maghrib)

Informasi :
Abu Shofi (Agung) : 0811916896
PIN BB : 29F03975 (Syiar Tauhid)

Copy Materi kajian ini disediakan oleh Panitia, juga bisa di Download di: www.syiartauhid.info

Kajian sunnah ini akan di siarkan secara LIVE Streaming di Radio Syiar Tauhid www.syiartauhid.info.

Mari hadiri bersama-sama kita hadiri majelis ilmu yang insyaa Allah akan bermanfaat dunia dan akhirat. Kajian sunnah dauroh ini Terbuka untuk Umum (Muslimin & Muslimat), mari ajak serta saudara, kerabat kita untuk menuntut ilmu syar’i di kajian ini.


Baca Selengkapnya ....

Zuhud Terhadap Dunia, Cinta Akhirat

Posted by Abu Mumtazah Minggu, 10 Maret 2013 0 komentar

Tidak akan sempurna kecintaan seorang hamba terhadap akhirat kecuali dengan zuhud terhadap dunia. Dan zuhud ini tidak akan benar, kecuali setelah melihat dua hal dengan cara pandang yang benar pula :

Pertama melihat kenyataan dunia yang sebenarnya. Betapa cepat dunia hancur, hilang, dan binasa. Melihat betapa rendah dan hinanya dunia, derita saat berebut dan rakus terhadapnya. Kemudian kepayahan letih, dan capek, yang di dapat, yang akhirnya terputus dan lenyap dengan menyisakan duka dan penyesalan. Maka orang yang rakus mengejar dunia, tidak lepas dari tiga keadaan, kegelisahan sebelum mendapatkannya, keresahan saat meraihnya, serta galau dan sedih setelah hilangnya darinya.

Yang kedua melihat hakikat akhirat. Yaitu kepastian kedatangan akhirat dan kehidupannya yang kekal di sana. Kemuliaan segala kebaikan yang ada, serta jauhnya erbandingan –bahkan tidak bisa dibandingkan- antara khirat dan dunia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya, “Dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal” (QS. Al-A’la : 17). Disana hanya ada kebaikan-kebaikan sempurna yang abadi. Sedangkan dunia hanyalah khayalan-khayalan yang menipu yang segera pudar kemudian hancur.

Apabila dua cara pandang ini sempurna, orang itu pasti mengutamakan yang ditunjukkan akal untuk di dahulukan serta zuhud terhadap apa yang di tunjukkan akal untuk zuhud terhadapnya.

Tabiat manusia –siapapun itu- tidak akan mau meninggalkan kenikmatan di depan mata, demi mendapatkan kemanfaatan di hari kemudian, yaitu keledzatan yang dinanti. Kecuali jika ia mengetahui lebih utamanya nikmat yang akan datang daripada yang dihadapan matanya, serta kuatnya keinginan pada nikmat yang lebih tinggi dan afdhal.

Maka, apabila seseorang lebih mengutamakan yang sementara, serba kurang dan penuh kerendahan, sebabnya bisa jadi ia tidak mengetahui hakikat keutamaan akhirat, atau tidak tertarik terhadap yang lebih utama. Dua hal ini menunjukkan salah satu dari dua kemungkinan; lemahnya iman atau lemahnya akal dan pengetahuan. [farhan].

Referensi: Al Fawaid, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.
Dikutip dari Majalah Tashfiyah Edisi 15 volume 02 1433H, dengan sedikit perubahan judul. 

Baca Selengkapnya ....
Jual Jilbab Syar'i, Gamis Akhwat dan Ikhwan dll support Jual Mainan Anak Playpad - Original design by Bamz | Copyright of Faidah Kajian Sunnah .